Cara Kerja Billing PPPoE dengan RADIUS dan MikroTik
Penjelasan sederhana alur login PPPoE lewat RADIUS, pengaturan kecepatan per paket, hingga cara pelanggan diisolir dan diaktifkan kembali secara otomatis.
Tim NetBill SKN · 11 Oktober 2026
Sebagian besar ISP dan RT/RW Net di Indonesia menggunakan PPPoE di MikroTik untuk melayani pelanggan rumahan. Saat pelanggan masih sedikit, akun PPPoE biasanya dibuat langsung di menu PPP Secrets router. Cara ini cepat repot ketika pelanggan bertambah atau router lebih dari satu. Solusinya adalah RADIUS. Panduan ini menjelaskan cara kerjanya dengan bahasa sederhana.
Apa itu RADIUS?
RADIUS (Remote Authentication Dial-In User Service) adalah protokol standar untuk tiga hal yang sering disingkat AAA:
- Authentication: memeriksa apakah username dan password pelanggan benar.
- Authorization: menentukan hak pelanggan, misalnya batas kecepatan atau alamat IP.
- Accounting: mencatat kapan pelanggan terhubung, berapa lama, dan berapa data yang dipakai.
Dalam istilah RADIUS, router MikroTik disebut NAS (Network Access Server). Router tidak lagi menyimpan akun pelanggan. Ia hanya meneruskan permintaan login ke server RADIUS dan menjalankan jawabannya.
Alur login PPPoE dengan RADIUS
- Modem pelanggan mengirim username dan password PPPoE ke router MikroTik.
- MikroTik mengirim permintaan Access-Request ke server RADIUS (umumnya UDP port 1812).
- Server RADIUS mencocokkan data dengan database billing. Jika valid dan pelanggan berstatus aktif, server menjawab Access-Accept beserta atribut seperti batas kecepatan.
- MikroTik membuat sesi PPPoE dan menerapkan atribut tersebut, misalnya membuat antrian kecepatan untuk pelanggan.
- Selama sesi berjalan, MikroTik mengirim data accounting (umumnya UDP port 1813), sehingga sistem tahu pelanggan sedang online.
Mengatur kecepatan per paket
MikroTik mengenali atribut khusus Mikrotik-Rate-Limit. Atribut ini dikirim server RADIUS saat pelanggan login, misalnya untuk paket 20 Mbps simetris. Keuntungannya, kecepatan dikelola dari aplikasi billing, bukan dari router. Saat pelanggan naik paket, cukup ubah paketnya di billing. Agar kecepatan baru langsung berlaku tanpa menunggu pelanggan reconnect, sistem perlu memutus sesi lama melalui perintah disconnect.
Isolir dan aktivasi otomatis
Inilah alasan utama memakai RADIUS untuk billing. Karena setiap login diperiksa ke server, status pembayaran bisa langsung memengaruhi akses internet:
- Saat pelanggan menunggak melewati masa tenggang, sistem mengubah statusnya menjadi terisolir dan memutus sesi yang sedang berjalan.
- Saat tagihan lunas, status kembali aktif sehingga pelanggan bisa login lagi.
Pemutusan sesi aktif memakai fitur CoA/Disconnect-Message (RFC 5176). MikroTik mendengarkannya di port 3799 jika opsi RADIUS incoming diaktifkan. Tanpa fitur ini, pelanggan yang sudah terhubung tetap online sampai koneksinya terputus sendiri.
Konfigurasi dasar di MikroTik
Secara garis besar, pengaturannya meliputi:
- Menambahkan server RADIUS di menu RADIUS (alamat server, secret, dan service ppp).
- Mengaktifkan Use RADIUS pada pengaturan PPP (PPP → Secrets → PPP Authentication & Accounting).
- Mengaktifkan RADIUS Incoming agar perintah disconnect dari server bisa diterima.
- Memastikan router dapat menjangkau server RADIUS. Untuk server cloud, biasanya melalui VPN agar lalu lintas RADIUS tidak melewati internet secara terbuka.
Tips keamanan: gunakan secret RADIUS yang panjang dan berbeda untuk tiap router, serta batasi akses port RADIUS hanya dari jaringan VPN.
Kelebihan RADIUS dibanding PPP Secrets di router
| Aspek | PPP Secrets di router | RADIUS + aplikasi billing |
|---|---|---|
| Data pelanggan | Tersimpan per router | Terpusat di satu database |
| Banyak router | Akun harus dibuat di tiap router | Semua router memakai server yang sama |
| Ubah paket | Edit profil/antrian manual | Ubah di aplikasi, berlaku otomatis |
| Isolir | Disable secret manual | Otomatis berdasarkan status tagihan |
| Riwayat online | Terbatas | Tercatat lewat accounting |
Bagaimana NetBill SKN menanganinya
Di NetBill SKN, setiap pelanggan PPPoE dan paketnya dikelola dari dashboard. Batas kecepatan dikirim ke MikroTik melalui RADIUS. Pelanggan yang menunggak diisolir otomatis setelah masa tenggang 7 hari dan sesinya diputus. Begitu tagihan lunas, pelanggan aktif kembali. Status online pelanggan juga terlihat dari data accounting. Selengkapnya ada di halaman fitur.
Kesimpulan
RADIUS memindahkan "otak" pengelolaan pelanggan dari router ke server pusat. Hasilnya, data lebih rapi, perubahan paket lebih cepat, dan isolir berjalan konsisten mengikuti status pembayaran. Untuk RT/RW Net yang mulai berkembang, ini adalah fondasi penting sebelum menambah router dan pelanggan.